Selasa, 20 Desember 2011

Mengatasi kernel Panic bagian 2

Lagi-lagi hari ini saya dapat ilmu baru dari Slackware. Ini adalah salah satu alasan yang membuat saya betah menggunakan Slackware.Hehe
Pertanyaannya adalah
Ilmu apa itu?
Oke sekarang saya akan membahas ilmu yang baru saya dapatkan dari Slackware ini. Yaitu adalah cara mengatasi kernel panic bagian 2.
Kok udah bagian 2 aja? Bagian satunya mana?
Nah untuk bagian satunya bisa di liat di di sini.
Cerita singkat:
Tadi siang tepatnya jam 2 siang, saya melakukan upgrade kernel ke versi 3.2.0-rc6. Tapi disaat kompile kernel selesai dan saya reboot system Slackware saya, ternyata eh ternyata menjadi kernel panic.
Saya pun sempat bingung apa yang salah saat saya ngompile kernel? Lalu untuk ke dua kalinya saya pun mengompile kernel kembali. Dan ternyata hasil yang saya dapatkan setelah reboot system Slackware saya tetap masih kernel panic, padahal saya sangat yakin tidak ada yang salah saat mengompile. Dan di bawah tulisan kernel panic itu saya mendapatkan tulisan yang isinya dalam bahasa Indonesia kira-kira gini File System root tidak ditemukan. Lalu bagaimana mengatasinya?
Sekarang simak cara mengatasinya dari seorang newbie seperti saya.He
Dan jangan lupa ucapkan terimakasih kepada konsole/terminal linux yang telah memberikan pencerahan dengan adanya tulisan File system root tidak ditemukan itu.
Kok bisa cuma gara-gara tulisan itu bisa mendapatkan pencerahan?
Sebenarnya saya sendiri agak bingung menjawab perntanyaan itu, tapi di dalam pikiran saya, setelah saya perhatikan baik-baik tulisan itu, saya ingat kepada pembuatan modules kernel (initr.gz). Aneh tapi nyata.Hehe
  • Saya asumsikan disini anda sudah yakin mengompile kernel dengan benar dan tidak ada yang salah.
  • Ingat apakah anda sudah membuat file initrd setelah mengompile kernel? Code:
    #mkinitrd -c -k 3.2.0-rc6 -m jbd:ext4 -f ext4 -r /dev/sda3

    Keterangan:
    3.0.0: versi kernel yang saya gunakan saat mengompile kernel
    ext4: Format partisisi yang saya gunakan adalah ext4
    /dev/sda3: Letak partisi root saya pada Slackware
  • Lihat direktory boot apakah ada file initrd.gz dengan perintah:
    #ls /boot

    README.initrd config initrd.gz System.map config-3.2.0-rc6 map System.map-3.2.0-rc6 config-generic-2.6.37.6 slack.bmp System.map-generic-2.6.37.6 config-generic-smp-2.6.37.6-smp vmlinuz System.map-generic-smp-2.6.37.6-smp config-huge-2.6.37.6 vmlinuz-3.0.0 System.map-huge-2.6.37.6 config-huge-smp-2.6.37.6-smp vmlinuz-generic-2.6.37.6 System.map-huge-smp-2.6.37.6-smp diag1.img vmlinuz-generic-smp-2.6.37.6-smp boot.0800 diag2.img vmlinuz-huge-2.6.37.6 vmlinuz-3.2.0-rc6 boot_message.txt initrd-tree vmlinuz-huge-smp-2.6.37.6-smp
  • Apabila ada file initrd.gz di direktory boot sekarang saatnya mengakali agar tidak kernel panic. Yang saya lalukan adalah dengan mengedit file /boot/grub/grub.cfg (disini saya menggunakan grub2) untuk lilo bisa mengikuti..
  • Isi grub.cfg saya sebelum saya edit:
  • menuentry 'Slackware 13.37' --class slackware-13.37.0 --class gnu-linux --class gnu --class os {
    load_video
    insmod gzio
    insmod part_msdos
    insmod ext2
    set root='(hd0,msdos3)'
    search --no-floppy --fs-uuid --set=root 8603ed47-d522-41ea-81c1-1f007ff93820
    echo 'Loading Linux 3.2.0-rc6 ...'
    linux /boot/vmlinuz-3.2.0-rc6 root=/dev/sda3 ro
    }
    Setelah saya edit menjadi:
    menuentry 'Slackware 13.37' --class slackware-13.37.0 --class gnu-linux --class gnu --class os {
    load_video
    insmod gzio
    insmod part_msdos
    insmod ext2
    set root='(hd0,msdos3)'
    search --no-floppy --fs-uuid --set=root 8603ed47-d522-41ea-81c1-1f007ff93820
    echo 'Loading Linux 3.2.0-rc6 ...'
    linux /boot/vmlinuz-3.2.0-rc6 root=/dev/sda3 ro
    initrd /boot/initrd.gz }
  • Install kembali grub2 ke mbr dengan perintah:
    # grub-install /dev/sda
Lihat di file grub.cfg ke dua (yang telah saya edit). Di situ telihat ada tulisan yang saya tebalkan (initrd.gz). Nah ternyata kernel panic itu ternyata bukan cuma sekedar karena kesalahan ngompile loh, tapi karena yang saya jelaskan di atas juga bisa menyebabkan kernel panic..
Saran:
Dari masalah yang saya temui di atas, maka kita itu sebagai pemakai Linux di ajarkan untuk lebih teliti dan lebih memahami maksud-maksud yang ditampilkan oleh si terminal/konsol linux. Dan jangan lupa yang terpenting adalah jangan gampang menyerah! Terus belajar!

1 komentar:

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai Kernel silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/638/1/1zuhermanokFINALPerbaikan.pdf

    BalasHapus